Pohon harapan masih sepi seperti biasa. Masih pemandangan yang sama sejak terakhir kali aku ke sana. Pohon besar di belakang sekolah yang dikelilingi oleh bunga di sekitarnya, letak pohon itu agak atas karena ia berdiri tgeak di atas gundukan bukit kecil. Sesampainya disana aku membanting diriku dan merebahkannya di atas rumput.Sambil meamndang langit yang berjalan perlahan di atasku. Aku memikirkan apa arti ekistensiku sampai sekarang ini. Kebebasan … sebuah kata yang gampang terucap namun bagiku artinya sangat membingungkan.Sebenarnya apa yang disebut kebebasan?? Apakah saat kita bisa mengutarkan pendapat kita dan juga bisa bertindak seenak kita disebut bebas?? Mungkin bagiku bebas adalah keadaan kita nyaman pada diri sendiri dan menerimanya. Bebas berarti berani menjadi diri sendiri dan bisa tersenyum daengan ‘benar’. Ahh kedengarannya gampang .. namun realisasinya tak segampang itu. Kadang aku terlalu takut untuk tidak ‘diterima’. Sehingga pada akhirnya aku mengikuti semua ‘aturan’ yang ada di masyarakat.Jika kehidupan adalah sebuah permainan maka pasti ada aturan2 yang harus kita patuhi agar kita bisa menang. Setiap orang punya perannya masing2 di permainan ini. Kita bebas memilih peran tersebut, jka diibaratkan sebuah cerita kita bisa memilih peran protagonis, antagonis atau netral. Dan kebanyakan dari kita pasti memilih peran sebagai protagois, karena protagonis selalu dicintai dan dikenang. Sedangkan para antagonis hanya dibenci dan ditertawakan. Ini dikarenakan kita masih nyaman di zona ‘aman’ kita.Saat kecil kita dilindungi oleh orang tua kita. Kita terbiasa membaca cerita rakyat yang berakhir dengan happy ending, dimana kebaikan selalu menang. Sehingga saat kita bebenturan secara langsung dengan realitas yang ada kita akan sedikit tercengang. Yang berlaku sekarang adalah hukum rimba dimana yang kuatlah yang menang.ataupun teori evolusi dimana siapa yang dapat menyesuaikan diri dengan ingkunganlah yang bertahan. Di antara banyak peran tersebut aku memilih sebagai peran figuran saja. Bukan sang satria yang membela kebenaran ataupun sang penjahat yang selalu berbuat onar. Aku hanyalah figuran yang diam di belakang sang tokoh utama dan memperhatikan apa yang dilakukannya.Lagipula walu aku hanya figuran, toh bumi masi berputar seperti biasanya.tak ada yang berubah dengan hari2ku yang sepi dan dipenuhi senyum palsu ini. Aku ingin secepatnya melepas topeng joker ini. Tapi aku takut melepaskannya….
Awan masih berjalan dengan lambatnya di depan kedua mataku.Sang angin masi menari2 dengan lembutnya sambil membelai lembut rambutku. Sebenaranya apa yang kutunggu?? Sebuah balasan surat yang tak jelas kapan datangnya??? Mungkin ini bodoh. Tapi aku merasa sedikit lega karena ada orang di sana yang sama denganku.Dengan perasaan takut berharap, aku menghampiri pohon harapan.Dengan malas aku menacari secarik kertas disana. Aku memutari pohon harapan dengan harapan kosong.Ini anya sebuag “gamble” pikirku.
Tak ada….
Tak ada balasan….
Betapa bodohnya aku mengharapkan sesuatu seperti ini.Sepintas aku tertawa. Menertawakan kebodohanku bdan juga diriku yang menyedihkan ini. Saat aku aku menghempaskan diriku sekali lagi ke rerumputan,aku melihat secarik kertas di dahan pohon di atas. Dengan lambat2 aku naik ke atas dan mengambilnya, aku harus sedikit bersusah payah ke atas karena aku sangat jarang menaiki pohon. Pemandang dari dahan ‘pohon harapan’ sangat bagus. Seluruh kota hampir keliatan dari sana dengan langit biru yang megah sebagai latar belakannya. Langit biru dengan awan putih yang bergerak lambat namun dinamis sangat menenangkan hati. Kuputuskan untuk diam di sana, dan menikmati kedamaian ini sekejap. Surat itu akhirnya kudapatkan, amplopnya putih dengan renda berwarna pink menghiasinya. Kubuka perlahan dan kubaca isinya
Dear ksatriaku,
Walau kau bukan malaikat dan mungkin juga bukan orang yang tuhan kirim untuk menemaniku
Aku sudah senang karena ada yang membaca suratku dan membalasnya
Jujur, aku sedikit kaget saat kau bilang dirimu sama dengan diriku
Mungkin kita tidak ditakdirkan sendirian
Buktinya
Takdir telah mempertemukan kita lewat surat ini…
Walau kau tak bisa mengajariku terbang, asal kita bisa berbagi perasaan kita
Kurasa itu cukup, kuharap kau tak merasa keesepian lagi
Karena sekarang aku ada di sini saat kau kesepian
Ksatriaku, kita tidak sendirian
Setidaknya
Sekarang kita sudah berdua (^-^)v
Bagaimana jika kita berhubungan lewat sms???
NO hpku kutulis di kartu yang ada di dalam surat ini
Terima kasih telah membalas suratku
Princess
Di luar dugaan, dia membalas suratku.. Tunggu dulu apakah ini nyata?? Apakah ini perbuatan iseng seseorang??? Apakah ini tidak terlalu kebetulan ???. Pikiran negatif kembali menyerangku. Di mana ada harapan di situlah ada keputus asaan . Sebelum aku memikirkan emungkinan buruk lain, kucari kertas yang dimaksud tadi. Kertasnya berwarna biru langit dengan corak2 awan .Sekilas ini seperti gambaran langit biru di sana. Dibaliknya terdapat seboah no HP. Aku tak tau apa yang sebaiknya kulakukan. Apa aku akan mencoba berharap sekali lagi??. Entahlah… pada akhirnya aku memutuskan untuk menyimpan nomor tersebut ke dalam memori hpku.. Setelah kupikir pikir, di dalam memori hpku sangat jarang terdapat no hp. Seingatku hanya ada sekitar 20 nomer disana.. dan jika itu bukan no hp kedua orang tua angkatku, itu adalah no pentingm seperti no telepon polisi, rumah sakit, atau juga no hp makanan cepat saji. Ini penting karena ayah angkatku adalah seorang pianis handal. Ia kadang pergi ke luar negri untuk menagadakan pertunjukan, dan ibu angkatku selalu menemannya. Sebenarnya mereka sering mengajaku pergi, namun aku sering menolaknya karena aku tidak terlalu suka berpergian. Lagipula aku hanya akan mengganggu mereka, semakin aku mencintai mereka, luka hatiku semakin dlama saat aku ingat mereka bukan orang tua kandungku….
Lama aku berdiam diri di sana hanya untuk memandang sang langit. Rasanya sudah lama sekali aku tidak setenang ini untuk memandang birunya langit. Aku masih iri dengan para burung yang bebas berterbangan di sana. Bagaimanakah pemandangan dari atas sana.Karena penasaran aku [enasaran dan memutuskan untuk naik lebih tinggi agar bisa melihat langit lebih dekat. Sesampainya di atas aku sngat kagum dengan pemandangan disana. Sangat indah hingga susah di ungkapkan dengan kata kata. Satu kata yang bisa mewakilinya mungkin hanya INDAH.Saat aku tercengang di sana, perhatianku skejap teralihkan oleh benyi bergmerisik di bawah sana, ternyata ada seorag wanita baru turun dari pohon harapan… apakah dia ‘sang putri’ ??? Aku hanya melihatnya dari jauh jarak pandangku tertutup oleh dedaunan di bawah sna. Dan kelak aku akan tau bahwa dialah sang putri yang akan memberikan warnanya di halaman2 kehidupanku….