Akhirnya tiba di rumah nino, rumahnya memang menarik, arsitektur yang tidak lazim, terlihat kaca besar di mana mana, gerbangnya pun sangat besar. Rumah ini sepertinya mempunyai 3 tingkat.”liatin apa jun?? ayo masuk” ajak nino setelah kami sampai. Pintu gerbangnya pun terbuka. Dalam rumahnya pun tak kalah menarik, putih di semua tempat, rumah yang mempunyai aura hangat, kami langsung menuju lantai 3 karena kamar nino berada di sana. Kamarnya rapih , walo sedikit kekanakan. Dengan banyaknya foto nino di sana sini. Jendelanya sangat besar. Ada balkon di sana. Kamar nino sangat nyaman di dalamnya ada tV disertai segala jenis konsol, di ujung ada sebuah computer dan disampingnya ada rak buku yang besar yang berisi komik dan buku bergambar laennya. DI sebuah sudut itu ada foto nino bersama dengan 2 oarang lainya, aku merasa sedikit familiar dengan wajah 2 anak lainnya.setelah kingat ingat
Ternyata itu adalah ryo saat muda, sangat berbeda dengan ryo sekarang di foto itu wajahnya sama kekanakannya dengan nino, dan 1 anak yang lebih tua lagi wajahnya mirip dengan ryo.Mereka tersenyum bahagia di foto itu.” No, foto ini.. apa orang ini adalah kakak ryo???”, “yuph itu adalah foto kakaknya” .Wajah kakak ryo mirip dengan wajah ryo sekrang hangat dan terlihat bijaksan. Aku mengerti mengaa ryo bias tertawa leas di foto itu, mungkin karena dia merasa memiliki seseorang yang akan selalu ada di sampingnya dan juga melindunginya. Mungkin ini terdengar sedikit klise dan aneh, aku sama sekali belum ernah merasakan hal itu, ku akui kalu ke2 orang tua angkatku memang sangat baik padaku, tai entah mengaa setiap kali aku melihat mereka aku sama sekali tidak bias tersenyum dengan tulus untuk membals mereka. Topeng tersenyum yang palsu ini, enth sejak kaan sudah kukenakan. Aku mulai muak, muak dengan semua kepalsuan ini.
“jun, ayo kita mulai membuat laguny, kau bias menggunakan gitar ku”
“ lu bias maen gitar no???”
“ yah Cuma kunci standar si bisa aja, kalo dibandingin ma lu n ares sig w jauh banget”
“ahh. Lu terlalu ngelebih lebihin kemampuan gw no”
“Serius jun.. suara yag dinyanyiin gitar lu bagus banget lu selalu dapet feel dengan gamangnya suara petikan gitar kalsik u halus banget , tapi…
“ tapi apa???”
“ suara yang lu bkin entah kenapa, sepertinya sedih banget, kayak keseian banget apa lu benci ma musik?? Bagi gw, musik malah penyemangat hidu tuk gw”
“ bukan benci atau apa entah kenapa emang itu nada yang gw hasilin”
“ kakak ryo pernah bilang ma gw, kalau mulut u bisa dengan mudah bohong.. tai hati u ga mungkin bisa bohong, n alat musik adalh sauatu media yang bisa ngungkapin hati u secara jujur n polos. Apa lu ngerasa kesepian jun??”
“ ga kok, lu terlalu banyak ngira aja kali no… “
“ bagus deh jun, hidup itu indah, kita kudu nikmatin hidu kita yang cumin sekali ini dengan sebaik 2nya, ayo kita berusaha semampu kita supaya gak akan ada penyesalan kemudian hari”
Setelah berkata itu aku melihat sebuah senyum yang sebelumnya jarang Nampak di wajah nino, entah apa.. tapi ada yang ganjil
“ btw, jun gw dah muali nulis lirik awalnya”
One starry night, we named a pair of stars
And made a promise
We patiently searched for a shooting star
And always wished our my dream to come true
The stars shine in the night for those people
That need to find true happiness
If there’s not a single thing beneath this vast and dark sky
I will tell u that this night is beautifull
Let the rainfall come
And
Let the star shine after the rain
Hmmmmm
“Liriknya bagus no”, aku langsung mengambil gitar dan mencoba membuat kunci dasarnya, aku mencoba membuatnya seringan mungkin agar timbul kesan hangat di lagu ini. “ no, lu suka banget ma bintang ya??” “ iya, jun gw suka banget , saat gw sendirian pas malem gw selalu keluar n nyari bintang di langit, mereka kayak tersenyum aja.. u pernah merhatiin.. saat malam tiba n ga ada bintang malam itu serasa nakutin tapi kalo ada bintang, walaupun Cuma 1, malam itu bakal jadi indah kan???” mata nino seolah memancarkan sinar taipa kali dia bercerita tentang binytang, sepenting itukah arti bintang baginya??? Aku masih terus mencari kuncinya sambil terus memikirkan aa yang dipikirkan oleh nino saat menulis lirik ini, sementara itu nino sibuk memikirkan lanjutan dari lirik ini kami berdua lalu meneruskan lagu ini. Tak terasa malam pun tiba.
“No, ayo turun sekalian ajak temanmu untuk makan juga”, suara itu terdengar dari bawah “ wah jun , sepertinya nyokap ngajak makan, makan dulu yuk bisa gawat kalo nyokap marah “, aku hanya mengangguk. Kmi menuruni tangga ruang makan, di sana ayah dan ibu nino sudah menunggunya, wajah mereka sangat ramah.. mereka mempersiapkan ku duduk setelah berdoa kami mulai makan, saat makan nino berbicara tentang aap yang dialkukannya hari ini kepada kedua orang tuanya, suasana akrab dan hangat sangat di ruanagan ini. Apakah ini yang disebut keluarga, senyum nino senantiasa menghiasi wajahnya keduaorangtaunya un dengan antusias mendengarkannya sesekali mereka bertanya padaku. Setelah selesai makna kami kembali ke atas dan berniat melanjutkan pekerjaan akmi.
“ Jun sebelum kita ngelanjutin pekerjaan kita gw mau nunjukin sesuatu “ ,
“Apa no??”
“ ntar juga lu tau “ sambil berkata itu nino tersenyum
Kami pun tiba di beranda kamarnya, di sana ada sebuah teleskop, nino menghampirinya dan sepertinya mencari sesuatu di langit,aku hanya memperhatikan ” jun coba kesini” ucap nino beberapa saat kemudian, aku un menghampirinya dan setelah tiba nino memberikan teleskopnya padaku, Bintang…… nino ingin menunjukan bintang padaku. Aku mengamatinya … ya … bintang memang indah tapi banyak hal yang indah tapi akhirnya hanaya akan menyakitkan saat kita tau kita tidak dapat memiliknya.Setealh melihat untuk beberapa saat aku melepaskan kepalaku dari teleskop . Aku melihat nino mengepalkan tangannya ke udara dan tangannya seperti menggenggam sesuatu dan nino menutu sebelah matanya. “
“apa yang kau lakukan no???”
“ jun, coba lambaikan tanganmu ke langit buka tanganmu, tutup sebelah matamu, arahkan tanganmu ke slah satu bintang di langit, lalu kepalkan tanganmu”
Aku mengikuti perintahnya , ternyata yang tadi dilakukan nino adalah mencoba menegenggam bintang yang ada di langit
“jun, lu tau, kalo kita nutup sebelah mata kita kayak gini, sebenernya bintang keliatan ga jauh 2 banget kan ?? kita masih bisa menggapainya, n kalo kita tutup sebelah telapak tangan kita, kita seolah bisa ngegenggamnya kan???” setelah itu nino tersenyum
Tapi yang di katakana nino gak seenuhnya salah, jika kita emang nyoba ngnutup mata na manjangin tangan kita, sesuatu yang keliatannya jauh akan keliatan deket. Tai ada beberaa hal di dunia ni yang ga mungkin kita daet, ga pedui seberapa anjang kita ngulurin tangan untuk menggapainya.
“oh iya no gw puny ide untuk kelanjutan lirik lagu kita” , setelah itu kami pun masuk dan mencoba memasukannya ke lagu kami, beberapa menit Kemudian liriknya pu jadi
One starry night, we named a pair of stars
And made a promise
We patiently searched for a shooting star
And always wished our my dream to come true
The stars shine in the night for those people
That need to find true happiness
If there’s not a single thing beneath this vast and dark sky
I will tell u that this night is beautifull
Let the rainfall come
And
Let the star shine after the rain
we still don’t know what tommorow’s happy
story will be,but let’s build it together
Soar high into the sky, kick the ground
Your hopes are off to a magnificent start
So aim for the top!
Soar high into the sky
Your passion burns brighter than anyone’s, strong enough to shake the sun
In this starry night
Lets try to streach ur hand
Pick one star
And
Put it in ur heart
Although something its imposible to gain
But
We have do our best
So don’t gave
Lets try pick our only star
JAdi, akhirnya lagu kami selesai juga, setelah selesai menulis kuncinya aku minta ijin pulang ke nino, nino mengantarku ke bawah, aku berpamitan ada orang tuanya danorang tuanya menemaniku sampe keluar pagar sedangkan nino langsung ke atas. Beberapa langakah saat aku menjauhi rumahnya. Ibu nino menghampiriku dan berkat
“ terima kasih sudah mau jadi teman nino dan mengisi hidupnya”
“ ga apa2 kok tante, nino anak yang baik , saya yakin orang lain juga mau berteman dengannya”
“nino adalah anak kebanggan kami, dia anak yang baik dan kuat”
“ya , nino memang anak yang baik tante, saya senang suadah pernah berkenalan denganya”
“pokoknya tante dan om sangat berterima kasih jun mau menjadi teman nino, into rumah ini terbuka selalu untuk jun,kapan 2 maen lagi ya”
“akan saya usahakan tante, saya pamit dulu, saya takut orang di rumah cemas karena sudah malam”
“oh, hati2 di jalan dan berikan salam dari keluarga tante ke keluargamu ya”
“beik tante”
Setelah mengatakan itu aku berbalik dan melangkah menuju rumahku, entah kenapa ada yang aneh dengan ibu nino tadi, seperti ada yang mau dia ceritakan padaku namun tak jadi. Serasa dia ingin mengangis asalgi saat dia berkata bahwa nino adalah anak yang kuat.Sebenarnya ada pa dengan nino??. Belum selesai aku memikirkannya tiba2 handphoneku berbunyi, ada sm s aku membukanya. Ternyata dari nino, dia bilang bahwa hari ni menyenangkian dan kapan2 mengajaku maen lagi. Dia juga bialng kalau bintang hari ini di langit lebih indah dari biasanya .Di akhir sms nya nino bilang ayo kita memulai esok hari dengan senyum di wajah kita, aku hanya bisa tersenyum membaca smsnya, nino adalah anak yang lugu dan naïf, tapi mungkin itulah yang membuat dirinya spesia. Setelah menutup sms itu aku berjalan menyusuri jalan yang sepi itu dan bergegas menuju rumahku. Mungkin ini aku sama sekali tidak menyadari apa yang sebnarnya terjadi, kelak aku akan berharap bahwa aku seharusnya menyadarinya lebih awal.